1. Tokoh dunia yang menguasai Media?
Di bawah ini adalah tauke-tauke Yahudi yang menguasai media Amerika pada hari ini,
1. Mortimer Zuckerman, pemilik NY Daily News, US News & World Report dan ketua
Konferensi Presiden Organisasi Utama Yahudi Amerika, salah satu kelompok lobi
pro-Israel terbesar.
2. LESLIE MOONVES, presiden televisi CBS, besar-keponakan dari David Ben-Gurion, dan
co-presiden dengan Norman Ornstein dari Komite Penasihat Kepentingan Umum
Kewajiban Produsen Digital TV, ditunjuk oleh Clinton.
3. JONATHAN MILLER, ketua dan CEO divisi AOL-Time-Warner
4. NEIL Shapiro, presiden NBC News
5. JEFF GASPIN, Wakil Presiden Eksekutif, Pemrograman, NBC
6. David Westin, presiden ABC News
7. Sumner Redstone, CEO dari Viacom, “memiliki media terbesar dunia” (Ekonom, 11/23/2),
memiliki kabel Viacom, CBS dan MTV di seluruh dunia, persewaan video Blockbuster
dan Black Entertainment TV.
8. Michael Eisner, pemilik utama dari Walt Disney, Capitol Cities, ABC.
9. Rupert Murdoch, Pemilik Fox TV, New York Post, London Times, News of the World
10. MEL KARMAZIN, presiden dari CBS
11. DON Hewitt, Direktur Eksekutif 60 Minutes, CBS
12. JEFF FAGER, Direktur Eksekutif, 60 Minutes II. CBS
13. DAVID POLTRACK, Wakil Presiden Eksekutif, Penelitian dan Perencanaan, CBS
14. SANDY KRUSHOW, Ketua Fox Entertaiment
15. LLOYD Braun, Ketua ABC Entertaiment
16. Barry Meyer, Ketua Warner Bros
17. Sherry Lansing. Presiden Komunikasi Paramount dan Ketua Paramount Pictures Grup
Motion.
18. HARVEY Weinstein, CEO. Miramax Films.
19. BRAD Siegel., Presiden, Turner Entertainment.
20. PETER Chernin, orang kedua Rupert Murdoch di News. Corp
21. Marty Peretz, pemilik dan penerbit New Republic, yang terang-terangan
mengidentifikasi dirinya sebagai pro-Israel. Al Gore memberinya kredit sebagai
“mentornya.”
22. ARTHUR O. Sulzberger, JR., Penerbit NY Times, Boston Globe dan publikasi lainnya.
23. William Safire, kolumnis untuk NYT.
24. TOM Friedman, kolumnis untuk NYT.
25. CHARLES Krauthammer, kolumnis untuk Washington Post.
26. RICHARD COHEN, kolumnis untuk Washington Post
27. JEFF Jacoby, kolumnis untuk Boston Globe
28. NORMAN Ornstein, American Enterprise Inst., Kolumnis rutin untuk USA Today, penulis
berita analis untuk CBS, dan co-presiden dengan Leslie Moonves, Komite Penase\ihat
Kepentingan Umum Kewajiban Produsen Digital TV, ditunjuk langsung oleh Clinton.
29. Arie Fleischer, sekretaris pers Dubya.
30. STEPHEN EMERSON, pilihan pertama setiap outlet media sebagai pakar terorisme
dalam negeri.
31. DAVID Schneiderman, pemilik dan Village Voice New jaringan Times “mingguan
alternatif.”
32. DENNIS Leibowitz, kepala UU Mitra II,
33. KENNETH Pollack, untuk analis CIA, direktur Pusat Saban untuk Kebijakan Timur
Tengah, menulis op-eds di NY Times, New Yorker
34. Barry Diller, ketua Amerika Serikat Interaktif, bekas pemilik Universal Entertaiment
35. KENNETH Roth, Direktur Eksekutif Human Rights Watch
36. RICHARD LEIBNER, menjalankan N.S. Bienstock
37. Terry Semel, CEO, Yahoo, Warner Bros
38. MARK GOLIN, VP dan Direktur Kreatif, AOL
39. WARREN LIEBERFORD, Pres., Warner Bros Home Video Div. AOL-timewarner
40. Jeffrey Zucker, Presiden NBC Hiburan
41. JACK MYERS, NBC, chief.NYT 5.14.2
42. SANDY GRUSHOW, ketua Fox Entertainment
43. Gail Berman, Presiden Fox Entertainment
44. STEPHEN Spielberg, co-pemilik Dreamworks
45. Jeffrey Katzenberg, co-pemilik Dreamworks
46. David Geffen, co-pemilik Dreamworks
47. Llyod Braun, ketua ABC Entertainment
48. JORDAN Levin, presiden Warner Bros Entertainment
49. MAX MUTCHNICK, co-produser eksekutif NBC’s “Good Morning Miami”
50. DAVID KOHAN, co-produser eksekutif NBC’s “Good Morning Miami”
51. Howard Stringer, kepala Sony Corp of America
52. AMY PASCAL, ketua Columbia Pictures
53. Joel Klein, kursi dan CEO Amerika Bertelsmann’s
54. ROBERT SILLERMAN, pendiri Clear Channel Communications
55. Brian GRADEN, presiden MTV
56. IVAN SEIDENBERG, CEO Verizon Communications
57. WOLF Blitzer, pembawa acara Edisi Akhir CNN
58. LARRY KING, pembaca acara Larry King Live
59. Ted Koppel, pembawa acara ABC Nightline
60. Andrea Koppel, Reporter CNN
61. PAULA Zahn, Host CNN
62. Mike Wallace, Host dari CBS, 60 Minutes
63. BARBARA WALTERS, Host, ABC 20-20
64. MICHAEL LEDEEN, editor National Review
65. Bruce Nussbaum, editor halaman editorial, Business Week
66. DONALD GRAHAM, Ketua dan CEO Newsweek dan Washington Post
67. CATHERINE GRAHAM Meyer, bekas pemilik Washington Post
68. HOWARD FINEMAN, Kolumnis Kepala Politik, Newsweek
69. William Kristol, Editor, Standar Mingguan, Exec. Direktur Proyek untuk Abad Baru
Amerika (PNAC)
70. RON Rosenthal, Managing Editor, San Francisco Chronicle
71. Phil Bronstein, Editor Eksekutif, San Francisco Chronicle,
72. RON Owens, Talk Show Host, KGO (Kota ABC-Capitol, San Francisco)
73. JOHN Rothman, Talk Show Host, KGO (Kota ABC-Capitol Francisco, San)
74. Michael Savage, Talk Show Host, KFSO (ABC-Capitol Kota, San Francisco) di 100
pasar Sindikasi
75. MICHAEL Medved, Talk Show Host, pada 124 stasiun AM
76. Dennis Prager, Talk Show Host, nasional sindikasi dari LA. Apakah bendera Israel di
halaman rumahnya.
77. Wattenberg BEN, Moderator, PBS Think Tank.
78. ANDREW KURANGNYA, presiden NBC
79. DANIEL Menaker, Direktur Eksekutif, Harper Collins
80. DAVID REMNICK, Editor, The New Yorker
81. Nicholas Lehmann, penulis, New York
82. Henrick Hertzberg, pembicara dari editor Town, The New Yorker
83. SAMUEL Newhouse JR, dan DONALD Newhouse Publikasi Newhouse sendiri,
termasuk 26 surat kabar di 22 kota; kelompok majalah Conde Nast, termasuk The New
Yorker, Parade, surat kabar Minggu suplemen; American City Business Journal, koran
bisnis yang diterbitkan di lebih dari 30 kota besar di Amerika, dan kepentingan dalam
pemrograman dan sistem kabel televisi kabel yang melayani 1 juta rumah.
84. DONALD Newhouse, ketua dewan direksi, Associated Press.
85. PETER R KANN, CEO, Wall Street Journal, Barron’s
86. RALPH J. & Brian Roberts, Pemilik, TV kabel Comcast-ATT.
87. Kirshbaum Lawrence, CEO, AOL-Time Warner Grup Buku.
2. Berapa Jumlah Media Massa yang dikuasai Rupert Murdoch?
Rupert Murdoch membangun kerajaan bisnis medianya dengan nama News Corporations, salah satu perusahaan media terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Perusahaan yang dimiliki NewsFOX dan Harper Collins di Amerika Serikat dan BSkyB di Britania Raya.
Berikut sejarah perkembangan bisnis media yang dibangun Rupert Murdoch dengan cara mengakuisisi beberapa perusahaan di seluruh dunia yang digabungkan ke dalam induk perusahan News Corporation miliknya.
1) News Corporation adalah perusahaan publik yang dipegang oleh Rupert Murdoch. Didirikan pada tahun 1979 di Australia, perusahaan ini dipindahkan ke Amerika Serikat pada tahun 1980. Perrusahaan ini memiliki ribuan media massa, seperti pesaing globalnya, General Electric.
2) Fox News Channel adalah saluran berita terkini yang dikemas cermat oleh Fox Broadcasting Company. Dirintis oleh Rupert Murdoch, saluran ini didirikan pada tanggal 7 Oktober 1996, dengan bantuan dari CBS, NBC dan ABC.
3) 20th Century Fox, kependekan dari Twentieth Century Fox Film Corporation, adalah salah satu studio film utama, terletak di Century City, California, Amerika Serikat, persis di barat Beverly Hills. Studio ini merupakan anak perusahaan News Corporation, konglomerat media yang dikuasai oleh Rupert Murdoch. Perusahaan ini merupakan hasil dari penggabungan dua perusahaan, Fox Film Corporation didirikan oleh William Fox pada 1914, dan Twentieth Century Pictures, dimulai pada 1933 oleh Darryl F. Zanuck, Joseph Schenck, Raymond Griffith dan William Goetz.
4) The Times adalah surat kabar harian yang diterbitkan di Inggris Raya sejak tahun 1785, ketika itu masih dikenal dengan nama The Daily Universal Register. Surat kabar ini dan saudaranya The Sunday Times diterbitkan oleh Times Newspapers Limited, yang merupakan bagian dari News International. News International dimiliki secara keseluruhan oleh kelompok News Corporations, yang dipimpin oleh Rupert Murdoch. The Times adalah nama asli dari surat kabar ini, dan meminjamkan namanya pada berbagai surat kabar di beberapa penjuru dunai, seperti The New York Times, The Times of India, dan The Irish Times. Untuk lebih khusus, jika diterbitkan untuk daerah di luar UK sebagai London Times. Surat kabar ini aslinya mempergunakan jenis huruf Times New Roman, yang dikembangkan oleh Stanley Morison dari The Times bekerjasama dengan Monotype Corporation yang sudah terkenal akan percetakannya
Ini adalah beberapa Media Massa yang dikuasai oleh Si Raja Media Ruppert Murdoch :
1. News Limited (Australia)
2. The Sun (inggris)
3. The News World (Inggris)
4. Sky Television (Inggris)
5. San Antonio Express News (Amerika)
6. Supermarket Star (Amerika)
7. New York Post (Amerika)
8. 20th Century Fox (Amerika)
9. Metro Media (Amerika)
10. Star TV (Asia)
11. My Space (Amerika)
12 Blue Sky Studios
13. Fox Entertainment Group
14. Fox Broadcasting Company
15. Andalas Televisi
16. BSkyB
17. Sky News
18. Phoenix Television
19. Fox News Channel
20. Fox Crime
21. 4Kids TV (berhenti siaran pada tahun 2008)
22. New York Post
23. Dow Jones Industrial Average
24. National Geographic Channel
25. The Weekly Standart
26. MySpace Records
27. BabyTV
28. Fox sports
3. Bagaimana Teknologi komunikasi dalam mendukung kerja korporasi di berbagai negara secara terpisah?
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja.
Salah satu peranan teknologi informasi bagi perusahaan yang paling nyata adalah semua pekerjaan akan lebih cepat dan akurat. Penerapan teknologi informasi yang efektif akan mengurangi biaya yang tidak diharapkan dan dapat meningkatkan fleksibilitas. Teknologi Informasi dapat diterapkan pada semua jenis usaha dan telah menjadi kebutuhan dasar mulai dari perusahaan kecil sampai perusahaan besar bahkan toko retail sekalipun.
Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunaannya kini adalah e-commerce. Secara umum, e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan atau perniagaan barang dan jasa dengan menggunakan media elektronik.Di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan / perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking.
IT sebagai enabler dari strategic importance serta menawarkan peluang yang signifikan pada bisnis organisasi, dimana mereka memberi peluang: Meningkatkan nilai tambah pada produk atau layanan membantu dalam competitive positioning menurunkan biaya operasional, meningkatkan efisiensi administratif meningkatkan efektifitas manajerial.
IT governance merupakan bagian yang sangat penting dan kritis dalam upaya pencapaian corporate governance. IT governance merupakan satu kesatuan dengan corporate governance dengan memberi keyakinan adanya peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam proses organisasi yang terkait.
Semua bisnis tentunya juga membutuhkan semua informasi yang sangat aktual, cepat dan dapat dipercaya, yang mana bisa semua permasalahan tersebut hanya bisa diselesaikan melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT).
4. Berapa banyak korporasi media yang ada di Indonesia?
Banyak masyarakat Indonesia yang bergantung dengan media massa untuk hanya mencari sebuah hiburan ataupun untuk memenuhi kebutuhanya. Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa media massa. Untuk sebagian pebisnis, dalam pandangan mereka itu merupakan salah satu peluang untuk meraup keuntungan yang menjanjikan. Maka tak heran dengan selalu bertambahnya media massa di Indonesia, dalam percetakan, pertelevisian ataupun radio. Dalam bidang pertelevisian, selain TVRI sebagai stasiun pertama yang berdiri di Indonesia yaitu pada tanggal 24 Agustus 196. terdapat 11 (sebelas) stasiun televisi lainya,
Sebelas televisi ini ternyata dikuasai beberapa grup pemilik seperti MNC yang menguasai MNC (tadinya TPI), Metro TV, Global TV dan RCTI. Transcorp/Grup Para menguasai Trans TV dan Trans 7, kemudian Bakrie Group menguasai ANTV dan TV One , SCTV dan IVM (Indosiar Visual Mandiri) dikuasai kelompok yang sama, disamping TVRI serta Space Toon yang punya ijin siaran nasional, namun saham kepemilikan space toon kini telah di beli oleh perusahaan swasta dan berganti nama menjadi NET. Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel. Seperti tidak mau kalah dengan pertelevisian, radiopun mengalami kemajuan walaupun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta. Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta.
Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televisi swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH local. dalam bisnis media penerbitan, khususnya surat kabar dan majalah, juga mengalami peningkatan khususnya dalam hal kuantitas. Pada tahun 2000, menurut laporan MASINDO, terdapat 358 media penerbitan. Jumlah tersebut terdiri atas 104 surat kabar, 115 tabloid, dan 139 majalah. Hal menarik dalam penerbitan media massa cetak ini adalah semakin beragamnya pelayanan isi yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan segmen khalayak pembacanya.
Beberapa contoh korporasi media yang ada di Indonesia diantaranya :
- Media Nusantara Citra (MNC) Group milik Hary Tanoesoedibjo
- Mahaka Group milik Erick Tohir
- Kelompok Kompas Gramedia milik Jakob Oetama
- Jawa Pos Group milik Dahlan Iskan
- Media Bali Post Group milik Satria Narada
- Elang Mahkota Teknologi (EMTEK) Group milik Eddy Kusnadi Sariaatmadja
- Lippo Group milik James T Riady
- Bakrie & Brothers milik Anindya Bakrie
- Femina Group milik Pia Alisyahbana dan Mirta Kartohadiprodjo
- Media Group milik Surya Paloh
- Mugi Reka Aditama (MRA) Group milik Dian Muljani Soedarjo
- Trans Corporation milik Chairul Tanjung
- Tempo Group milik Goenawan Muhammad
- Bisnis Indonesia Group milik R Sukamdani S Gitosardjono
5 .Unsur Persaingan bisnis yang di lakukan Media Massa
Di era globalisasi ini, kebutuhan akan informasi yang cepat menjadi sangat penting bagi masyarakat. Media massa merupakan bentuk komunikasi massa yang mampu menyediakan kebutuhan akan informasi yang cepat mengenai apa yang terjadi. Media sebagai bagian dari komunikasi massa memegang posisi penting dalam masyarakat dimana menurut Lasswell dan Wright, komunikasi massa memiliki fungsi sosial sebagai surveillance, korelasi dan interpretasi, transmisi budaya dan sosialisasi, serta sebagai media hiburan.
Peranannya yang penting inilah yang membuat industri media massa berkembang sangat pesat dan membuat media massa tidak hanya sebagai sebuah institusi yang idealis, seperti misalnya sebagai alat sosial, politik, dan budaya, tetapi juga telah merubahnya menjadi suatu institusi yang sangat mementingkan keuntungan ekonomi. Sebagai institusi ekonomi, media massa hadir menjadi suatu industri yang menjanjikan keuntungan yang besar bagi setiap pengusaha.
Oleh karena itu, jelas adanya oligopoli media, yang mengarahkan terciptanya monopoli media massa yang mengancam hak publik dalam mengakses informasi, sebab perusahaan media massa dikendalikan para pemilik modal dan digunakan untuk mengeruk keuntungan. Konsentrasi media yang terjadi dikhawatirkan membawa sejumlah dampak negatif, tidak hanya pada perkembangan kelangsungan sistem media di Indonesia, melainkan juga dampak pada isi atau konten yang disampaikan kepada masyarakat. Adanya konsentrasi media massa juga dapat mengakibatkan homogenitas pemberitaan dan informasi akibat dari diversifikasi media, yaitu proses penganekaragaman usaha ekonomi sosial yang dilakukan oleh suatu industri atau pelaku produksi media .
Sudut pandang yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana peran pemilik media dari segi ekonomi politik terhadap media massa dapat dengan menggunakan pandangan dari teori ekonomi politik. Teori Ekonomi-politik merupakan sebuah teori yang berangkat dari pendekatan kritis yang muncul sebagai respon terhadap akselerasi kapitalisme.
Faktor kepemilikan media tersebut menyebabkan isu ekonomi politik media memiliki konsekuensi:
a. Homogenisasi
Homogenisasi dapat diartikan sebagai : “Financial pressures ands other forces lead all media products to becom similar, standard and uniform” atau penyeragaman bentuk tayangan atau program.
b. Agenda setting
Merupakan upaya media untuk membuat pemberitaan tidak semata-mata menjadi saluran isu dan peristiwa melainkan ada strategi dan kerangka yang dimainkan media sehingga pemberitaan memiliki nilai lebih yang diharapkan oleh media.
c. Hegemoni Budaya
Merupakan pandangan bahwa telah terjadi dominasi oleh salah satu kelas di masyarakat atas kelas-kelas lainnya. Hegemoni budaya mengidentifikasi dan menjelaskan dominasi dan upaya mempertahankan kekuasaan, metode yang dipakai mereka yang berkuasa atas kelas-kelas yang subordinat untuk menerima dan mengadopsi the ruling- class values. Contoh: konsumerisme, budaya Jawa, dan Islam
Karena kepentingan ekonomi media massa yang sudah berkembang, maka pers akan berubah tidak lagi menjadi pers yang idealis karena ada cempur tangan pemilik media yang akan menjadi gatekeeper utama menentukan informasi dan opini “pilihan” untuk diterima oleh masyarakat luas. Hal ini akan membuat informasi yang sampai ke masyarakat telah diatur sedemikian rupa tanpa disadari dan menjadi tidak seimbang. Selain itu, perkembangan industri yang berkiblat pada perkembangan di dunia barat dan masuknya modal asing dalam kepemilikian konsolidasi media akan mampu membawa masuk budaya barat ke delam masyarakat melalui isi yang ditampilkan oleh media sehingga dapat berakibat pada penjajahan budaya di masyarakat. Kepemilikan silang media yang bisa memicu adanya monopoli media massa yang pada akhirnya akan mengakibatkan soal hegemoni dan dominasi perusahaan media besar terhadap opini serta kebenaran yang dibentuk. Perluasan kepemilikan akan berpengaruh terhadap budaya yang berkembang di masyarakat karena industri ekonomi media yang besar berasal dari dunia barat.
Semua itu tidak terlepas dari adanya agenda setting dan framing yang dilakukan media massa yang disesuaikan dengan kepentingan pemiliknya. Hal tersebut bertentangan dengan fungsi utama jurnalisme media, yakni menyampaikan kebenaran publik, bukan kebenaran subyektif pemilik media atau pasar yang sifatnya sensasional. Kenyataan menunjukkan, keterlibatan media dalam membentuk suatu opini publik adalah sebuah kekuatan tersendiri yang dimilikinya dan itu sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan di masyarakat.
Konglomerasi media dimana pemilik media besar yang memiliki beragam jenis media massa dapat secara terus menerus menyampaikan informasi walaupun informasi tersebut sarat dengan kepentingan ekonomi dan politik tertentu